Babon Aniem merupakan salah satu landmark kota yang dimiliki Kotagede. Babon Aniem adalah gardu listrik yang berada di sudut barat laut Pasar Kotagede. Gardu listrik ini dibangun di awal tahun 1900 an. Disebut Babon karena gardu listrik di pojok Pasar Kotagede ini adalah gardu induk (babon). Sedangkan tambahan nama Aniem digunakan karena gardu pusat kontrol listrik tersebut merupakan warisan perusahan listrik Pemerintah Belanda, NV ANIEM (Algemeen Nederlands Indische Electriciteit Maatschappij). Saat ini, di Kota Yogyakarta masih ada empat gardu listrik yang tersisa, yaitu yang terletak di Kotabaru, di timur Hotel Garuda, di dekat Pojok Beteng Wetan dan di Kotagede.
Ketika gempa bumi 27 Mei 2006 melanda Yogyakarta, Babon Aniem Kotagede termasuk bangunan yang roboh. Kemudian direkonstruksi kembali oleh Total Indonesie, bekerjasama dengan Pemkot Yogyakarta dan masyarakat pelestari pusaka Kotagede. Ada gagasan menarik dari pelestari pusaka di Kotagede, Babon Aniem akan dijadikan Pusat Informasi Wisata di Kotagede.
Sayang, gagasan tersebut kemudian urung dilaksanakan mengingat tingginya intensitas pemanfaatan ruang terbuka sekitar Babon Aniem tersebut, khususnya pada hari pasaran Legi. Di hari Legi tersebut sekujur bangunan Babon Aniem tersebut akan digantungi kurungan burung dan dagangan penjual makanan burung, berupa belalang, ulat, jangkrik dan telur semut merah.